Ada kesalahan di dalam gadget ini

Tempat Belajar Bahasa Lembur Batur "SENEBIAN EDUCATION FOUNDATION"

Senin, 07 Desember 2009

Bahasa, Budaya dan Pendidikan di Jepang


home
favorite poems
the way
grammar notes
poetry
exhibition
about me

Dear visitors

It's true that I have not updated my site for a long time, - I was busy with other projects... Now I started a blog-like feature, where I would like to publish my recent translations, mainly waka and haiku.

I also plan to expand the section on classical japanese grammar. Please be patient, it will take several weeks.

You might notice that I not only changed the design of this website, but I also switched from EUC-JP to UTF-8 encoding. Unicode is widespread enough today to be the best bet. If your browser cannot display these pages correctly, I suggest you to download the latest version of Firefox.

Thank you for visiting my site. If you liked it please bookmark it:

Bahasa Jepang


Diasuh oleh:
Rizkiana P.M. dan Angga F. Widiana

Japan (日本 Nihon or Nippon?, officially 日本国 Nippon-koku or Nihon-koku) is an island country in East Asia. Located in the Pacific Ocean, it lies to the east of the Sea of Japan, People's Republic of China, Korea and Russia, stretching from the Sea of Okhotsk in the north to the East China Sea and Taiwan in the south. The characters that make up Japan's name mean "sun-origin country", which is why Japan is sometimes identified as the "Land of the Rising Sun".

Japan comprises over 3,000 islands making it an archipelago. The largest islands are Honshū, Hokkaidō, Kyūshū and Shikoku, together accounting for 97% of Japan's land area. Most of the islands are mountainous, many volcanic; for example, Japan’s highest peak, Mount Fuji, is a volcano. Japan has the world's tenth largest population, with about 128 million people. The Greater Tokyo Area, which includes the de facto capital city of Tokyo and several surrounding prefectures, is the largest metropolitan area in the world, with over 30 million residents.

Archaeological research indicates that people were living on the islands of Japan as early as the Upper Paleolithic period. The first written mention of Japan begins with brief appearances in Chinese history texts from the first century A.D.

Influence from the outside world followed by long periods of isolation has characterized Japan's history. Since adopting its constitution in 1947, Japan has maintained a unitary constitutional monarchy with an emperor and an elected parliament, the Diet.

A major economic power, Japan has the world's second largest economy by nominal GDP, after the United States. It is a member of the United Nations, G8, G4, OECD and APEC, with the world's fifth largest defense budget. It is also the world's fourth largest exporter and sixth largest importer. It is a developed country with high living standards (8th highest HDI) and a world leader in technology, machinery, and robotics.


  • Karya Multi Media Pembelajaran Bahasa Jepang
  • 1. Belajar Bahasa Jepang Memang Mudah dan Meyenangkan (B2JM3)
  • 2. Siasat Mendapatkan Beasiswa Kedutaan Besar Jepang (Strategi dan Aplikasi)
  • 3. Sekilas Sejarah dan Kebudayaan Jepang (a Presentasion)
  • 4. Nihongo Grammar (e-book)
Kepala Divisi:

1. Pendidikan Jepang oleh: Angga Fuja W., Rizkiana P.M., Arip Nurahman
2. Seni Budaya Jepang oleh: Herni Y.S., Hana Pertiwi
a. Seni dan Budaya Musik
b. Seni dan Budaya Animasi, Manga Dsb.
c. Seni dan Budaya lainnya.

3. Ekonomi dan Makanan Jepang oleh: Arip Nurahman

4. Sains dan Teknologi oleh: Eka Cahya Prima. Fitria Miftasani

Daftar Belajar Bahasa Jepang

Bahasa Jepang Bunyi dengarkan (日本語; romaji: Nihongo) merupakan bahasa resmi di Jepang dan jumlah penutur 127 juta jiwa.

Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Cina. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.

Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standar, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.

Tata Bahasa

Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subyek-obyek. Subyek, obyek dan relasi gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi akhir (postposition). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya adalah, Kochira-wa Tanaka-san desu (こちらは田中さんです). Kochira ("ini") merupakan topik dari kalimat ini. Kata kerjanya ialah "desu" yang berarti "it is" dalam bahasa Inggris. Dan yang terakhir, Tanaka-san desu merupakan cabang atau komentar dari topik ini.

Infleksi dan Konjugasi

Dalam bahasa Jepang, kata benda tidak memiliki bentuk numeral, jenis kelamin, atau aspek lainnya. Contohnhya pada kata benda hon (本) yang mungkin berarti sebuah atau beberapa buku. Juga pada kata hito (人) yang mungkin berarti orang atau sekumpulan orang. Kata untuk menyebut orang biasanya dalam bentuk tunggal, contohnya Harada-san. Kalau kata panggil jamak, biasanya disebut -tachi.

Pertanyaan mempunyai bentuk yang sama dengan kalimat afirmatif. Intonasi akan meninggi setiap akhir dari kalimat pertanyaan. Dalam situasi resmi, biasanya kalimat pertanyaan disertai partikel -ka. Contohnya, kalimat Ii desu (いいです。) yang berarti "Baiklah" menjadi bentuk Ii desu ka (いいですか?) yang berarti "Boleh kan?". Biasanya pada situasi tidak resmi, partikel -no (の) untuk menunjukkan penekanan, contohnya pada kalimat Doshite konai-no? yang berarti "Kenapa (kamu) tidak datang?".

Kalimat negatif dibentuk dengan merubah bentuk kata kerja. Contohnya pada kalimat Pan o taberu (パンを食べる。) yang artinya "Saya akan makan roti) menjadi Pan-o tabenai (パンを食べない。) yang artinya "Saya tidak akan makan roti".

Adjektiva

Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepang:

  1. 形容詞 (keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran konjugasi い (i). Contohnya: 暑い日 (atsui hi) yang berarti "hari yang panas"
  2. 形容動詞 (keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: 変なひと (henna hito) yang berarti "orang aneh"
  3. 連体詞 (rentaishi) yaitu kata sifat sebenarnya. Contoh: あの山 (ano yama)

Partikel

Bahasa Jepang juga memiliki beberapa partikel yaitu:

  • ga untuk bentuk nominatif
  • ni untuk bentuk dativ.
  • no untuk bentuk genital
  • o untuk bentuk akusatif
  • a sebagai topik

Kesopanan

Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau direktur, dipakai bahasa Jepang sopan yang disebut (丁寧語) teineigo. Untuk menyebut nama menteri, diakhiri dengan partikel -sama atau -sangi. Contoh: Katsumoto-sangi (勝本ー参議). Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Tapi, kalau sudah akrab, kita boleh memakai bahasa umum.

Kosa kata

Bahasa Asli Jepang yaitu berasal dari bahasa asli pemukim Jepang zaman dahulu disebut yamato kotoba (大和言葉 ) yang berarti kosa kata Yamato. Kosakata Jepang sebagian besar berakar atau berasal dari Cina disebut kango (漢語) yang masuk pada abad ke-5 lewat Semenanjung Korea. Jepang banyak mengadopsi kosakata dari bahasa Inggris, kata-kata adopsi ini umumnya ditulis menggunakan huruf katakana. Contoh: マイカー (maikaa - sama dengan pelafalan "my car") yang berarti "mobil saya"

Belajar Bahasa Jepang

Beberapa universitas internasional di dunia mengajarkan bahasa Jepang. Mulainya ketertarikan belajar bahasa Jepang sewaktu abad ke-18 Masehi, lalu melonjak dimana Jepang mulai memimpin ekonomi dunia pada tahun 1980. Bahasa Jepang semakin diminati karena mendominasi dunia kartun (anime dan manga) di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan dari otaku (penggemar anime) bisa berbicara bahasa Jepang walaupun hanya dasarnya. Pemerintah Jepang sebagai pihak yang mengatur bahasa Jepang menyediakan tes profisiensi sejenis TOEFL yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

Rujukan

  1. ^ Japanese. Languages of the World. Diakses pada 2008-02-29

Pranala luar

Wiktionary
Lihat informasi mengenai
Bahasa Jepang di KamusWiki.

Prefektur dan daerah


Peta prefektur di Jepang berikut kode ISO 3166-2:JP

Jepun terdiri dari 47 prefektur yang masing-masing diperintah oleh gubernur bersama dewan legislatif daerah. Dari utara ke selatan, prefektur-prefektur ini adalah:

Dalam pembagian wilayah menurut letak geografis, Jepang dibagi menjadi 10 wilayah, yakni: Hokkaido, Tohoku, Hokuriku, Kanto, Chubu, Kansai (Kinki), Chugoku, Shikoku, Kyushu, dan Kepulauan Ryukyu.

Pendidikan

  • Tingkat melek huruf: 99,8 (1990), 100,0% (2000)
  • Pendidikan wajib: 9 tahun (Dari umur 6 ke 15 tahun)
  • Jumlah pelajar sekolah menengah yang maju ke pendidikan tinggi kira-kira 95%,5% sma

Budaya Jepang

Budaya Jepang mencakup interaksi antara budaya asli Jomon yang kokoh dengan pengaruh dari luar negeri yang menyusul. Mula-mula China dan Korea banyak membawa pengaruh, bermula dengan perkembangan budaya Yayoi sekitar 300 SM. Gabungan tradisi budaya Yunani dan India, mempengaruhi seni dan keagamaan Jepang sejak abad ke-6 Masehi, dilengkapi dengan pengenalan agama Buddha sekte Mahayana. Sejak abad ke-16, pengaruh Eropa menonjol, disusul dengan pengaruh Amerika Serikat yang mendominasi Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Jepun turut mengembangkan budaya yang original dan unik, dalam seni

(ikebana, origami, ukiyo-e),

kerajinan tangan (pahatan, tembikar, persembahan (boneka bunraku, tarian tradisional, kabuki, noh, rakugo),

dan tradisi

(permainan Jepang, onsen, sento, upacara minum teh, taman Jepang),

serta makanan Jepang.

Kini, Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang terbesar. Anime, manga, mode, film, kesusasteraan, permainan video, dan musik Jepang menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan kegemaran mengikut gaya mereka mempengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasaran muda-mudi yang amat cemerlang membawa ujian kepada barang-barang pengguna elektronik yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh dunia.

Baru-baru ini Jepang mula mengekspor satu lagi komoditas budaya yang bernilai: olahragawan. Popularitas pemain bisbol Jepang di Amerika Serikat meningkatkan kesadaran warga negara Barat tersebut terhadap segalanya mengenai Jepang.

Orang Jepang biasanya gemar memakan makanan tradisi mereka. Sebagian besar acara TV pada waktu petang dikhususkan pada penemuan dan penghasilan makanan tradisional yang bermutu. Makanan Jepang mencetak nama di seluruh dunia dengan sushi, yang biasanya dibuat dari pelbagai jenis ikan mentah yang digabungkan dengan nasi dan wasabi. Sushi memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Makanan Jepang bertumpu pada peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin dan sashimi pada musim panas, sedangkan ramen panas dan shabu-shabu pada musim dingin.

Ekonomi Jepang


Bursa Saham Tokyo, bursa efek terbesar nomor dua di dunia.

Sejak periode Meiji (1868-1912), Jepang mulai menganut ekonomi pasar bebas dan mengadopsi kapitalisme model Inggris dan Amerika Serikat. Sistem pendidikan Barat diterapkan di Jepang, dan ribuan orang Jepang dikirim ke Amerika Serikat dan Eropa untuk belajar. Lebih dari 3.000 orang Eropa dan Amerika didatangkan sebagai tenaga pengajar di Jepang.[54] Pada awal periode Meiji, pemerintah membangun jalan kereta api, jalan raya, dan memulai reformasi kepemilikan tanah. Pemerintah membangun pabrik dan galangan kapal untuk dijual kepada swasta dengan harga murah. Sebagian dari perusahaan yang didirikan pada periode Meiji berkembang menjadi zaibatsu, dan beberapa di antaranya masih beroperasi hingga kini.[54]

Pertumbuhan ekonomi riil dari tahun 1960-an hingga 1980-an sering disebut "keajaiban ekonomi Jepang", yakni rata-rata 10% pada tahun 1960-an, 5% pada tahun 1970-an, dan 4% pada tahun 1980-an.[54] Dekade 1980-an merupakan masa keemasan ekspor otomotif dan barang elektronik ke Eropa dan Amerika Serikat sehingga terjadi surplus neraca perdagangan yang mengakibatkan konflik perdagangan. Setelah ditandatanganinya Perjanjian Plaza 1985, dolar AS mengalami depresiasi terhadap yen. Pada Februari 1987, tingkat diskonto resmi diturunkan hingga 2,5% agar produk manufaktur Jepang bisa kembali kompetitif setelah terjadi kemerosotan volume ekspor akibat menguatnya yen. Akibatnya, terjadi surplus likuiditas dan penciptaan uang dalam jumlah besar. Spekulasi menyebabkan harga saham dan realestat terus meningkat, dan berakibat pada penggelembungan harga aset. Harga tanah terutama menjadi sangat tinggi akibat adanya "mitos tanah" bahwa harga tanah tidak akan jatuh.[21] Ekonomi gelembung Jepang jatuh pada awal tahun 1990-an akibat kebijakan uang ketat yang dikeluarkan Bank of Japan pada 1989, dan kenaikan tingkat diskonto resmi menjadi 6%.[21] Pada 1990, pemerintah mengeluarkan sistem baru pajak penguasaan tanah dan bank diminta untuk membatasi pendanaan aset properti. Indeks rata-rata Nikkei dan harga tanah jatuh pada Desember 1989 dan musim gugur 1990.[21] Pertumbuhan ekonomi mengalami stagnasi pada 1990-an, dengan angka rata-rata pertumbuhan ekonomi riil hanya 1,7% sebagai akibat penanaman modal yang tidak efisien dan penggelembungan harga aset pada 1980-an. Institusi keuangan menanggung kredit bermasalah karena telah mengeluarkan pinjaman uang dengan jaminan tanah atau saham. Usaha pemerintah mengembalikan pertumbuhan ekonomi hanya sedikit yang berhasil dan selanjutnya terhambat oleh kelesuan ekonomi global pada tahun 2000.[55]

Jepang adalah perekonomian terbesar nomor dua di dunia setelah Amerika Serikat,[56] dengan PDB nominal sekitar AS$4,5 triliun.[56], dan perekonomian terbesar ke-3 di dunia setelah AS dan Republik Rakyat Cina dalam keseimbangan kemampuan berbelanja.[57] Industri utama Jepang adalah sektor perbankan, asuransi, realestat, bisnis eceran, transportasi, telekomunikasi, dan konstruksi.[58] Jepang memiliki industri berteknologi tinggi di bidang otomotif, elektronik, perkakas mesin, baja dan logam nonbesi, industri kapal, industri kimia, tekstil, dan pengolahan makanan.[55] Sebesar tiga perempat dari produk domestik bruto Jepang berasal dari sektor jasa.


Semoga Bermanfaat! Kehebatan mereka perlu ditiru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Di latar belakangi oleh kebutuhan Kota Banjar akan pendidikan yang berkualitas, maka sangat diperlukan sekali adanya sebuah media informasi pendidikan yang berbasis ICT (Teknologi Komunikasi dan Informasi) (BCL3;Browsing, Chatting, Learning, Leading and Loving)